Text
MANAJEMEN DIARE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN CAIRAN PADA ANAK DENGAN DIARE DI RUMAH SAKIT DR. H. MARSIDI JUDONO KABUPATEN BELITUNG TAHUN 2023
MANAJEMEN DIARE UNTUK MENINGKATKAN KESEIMBANGAN CAIARAN
PADA DENGAN DIARE DI RUANG KERANJI RSUD DR. H. MARSIDI
JUDONO BELITUNG
(Petrus Michael Ambarita, 2023. 50 Halaman)
Program Studi D III Keperawatan Belitung
Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Pangkalpinang
Dosen Pembimbing
Septy Nur Aini, S.Kep., Ns., M.Kep
R.Ade Sukarna, S.Kep.,Ners.,M.Kep
ABSTRAK
Latar belakang : Diare merupakan penyakit yang menyebabkan keluarnya feses lebih
dari 3 kali dengan konsistensi yang cair dapat disertai darah atau lendir dan frekuensi
yang lebih sering daripada keadaan normal. Tanda gejala yang muncul diantaranya seperti
pengeluaran feses yang terjadi lebih dari 3 kali sehari, feses berbentuk cair, nyeri perut
disertai peningkatan bising usus. Penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk
mengurangi frekuensi buang air besar pada anak dengan diare yaitu Manajemen Diare
dengan terapi pemberian terapi cairan, zink, dan memberikan makanan porsi sedikit tapi
sering.
Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan Manajemen diare untuk
mengurangi frekuensi BAB pada anak dengan diare.
Metode : Desain penelitian menggunakan metode deskriprif dengan pendekatan studi
kasus. Subjek kasus yaitu pasien anak yang berdiagnosis medis diare. Tindakan
keperawatan yang dilakukan adalah Manajemen Diare. Instrumen yang digunakan adalah
format asuhan keperawatan anak, ceklist SOP terapi cairan intravena, pemberian zink,
serta lembar observasi.
Hasil : Setelah dilakukan tindakan manajemen diare terdapat penurunan frekuensi
defekasi yang sebelumnya 7 kali menjadi 2 kali dengan konsistensi feses yang
sebelumnya cair dan tidak berwarna menjadi padat kecoklatan, menurunnya peristaltik
usus yang sebelumnya 36 kali menjadi 24 kali setelah dilakukan implementasi 3x24 jam,
serta menurunnya derajat dehidrasi dari yang sebelumnya dengan skor 4 (dehidrasi
sedang) menjadi skor 1 (dehidrasi ringan).
Kesimpulan:
Manajemen diare dengan melakukan pemberian terapi cairan, zink dan edukasi lintas
diare dapat memperbaiki eliminasi fekal dibuktikan dengan penurunan frekuensi defekasi
yang sebelumnya 7kali menjadi 2 kali dengan konsistensi feses yang sebelumnya cair
menjadi padat serta menurunnya peristaltik usus yang sebelumnya 36 kali menjadi 24
kali.
Kata kunci : Diare, Manajemen Diare, Keseimbangan Cairan.
Tidak tersedia versi lain