Text
PENERAPAN BATUK EFEKTIF TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM DALAM MENGATASI KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAPAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI RUANG RAMBAI RSUD DR. H. MARSIDI JUDONO KABUPATEN BELITUNG
PENERAPAN BATUK EFEKTIF TERHADAP PENGELUARAN SPUTUM
DALAM MENGATASI KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN
NAPAS PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK) DI
RSUD dr. H MARSIDI JUDONO KABUPATEN BELITUNG
(Kharistie Ulva Septa, 2023 91 Halaman)
Program Studi DIII Keperawatan Belitung Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
Dosen Pembimbing
Cristi Monica, S. Kep., Ners., MMRS
Nazliansyah, M.N.S
ABSTRAK
Latar Belakang: PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik) adalah kelainan paru
yang ditandai dengan gangguan fungsi paru berupa memanjangnya periode
ekspirasi yang disebabkan oleh adanya penyempitan saluran napas dan tidak
banyak mengalami perubahan dalam masa observasi beberapa waktu. Batuk efektif
merupakan suatu metode batuk dengan benar, dimana pasien dapat menghemat
energi sehingga tidak mudah lelah dan dapat mengeluarkan dahak secara maksimal
latihan batuk efektif dapat membantu dalam mengatasi masalah bersihan jalan
napas sehingga jalan napas tetap paten.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan penerapan batuk efktif
terhadap pengeluaran sputum dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan
napas pada pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)
Metode: Desain penelitian mengguanakan metode deskriptif dengan penedekatan
studi kasus. Subjek studi kasus yaitu Tn. S dengan diagnosa medis PPOK. Tindakan
keperawatan yang dilakukan adalah batuk efektif, instrumen yang digunakan adalah
lembar format pengkajian keperawatan medikal bedah dan SOP teknik batuk efektif
Hasil: Hasil pengkajian menunjukan adaanya sesak napas disertai batuk disertai
tidak bisa mengeluarkan dahak, pernapasan cuping hidung dan terdengar bunyi
mengi di kedua lapang paru. Diagnosa keperatwatan berisihan jalan napas tidak
efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan. Hasil menunjukkan setelah
dilakukan tindakan batuk efektif terdapat pengeluaran sekret dan penurunan
frekuensi pernapasan yaitu dari 26x/ mrnit menjadi 20x/ menit.
Kesimpulan: Penerapan teknik batuk efektif dapat meningkatkan keefektifan
bersihan jalan napas pada pasien PPOK
Kata Kunci: Bersihan Jalan Napas, Teknik Batuk Efektif, Penyakit Paru Obstruksi
Kronik (PPOK)
Tidak tersedia versi lain