Text
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. MARSIDI UDONO KABUPATEN BELITUNG
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI TERHADAP PENURUNAN KADAR
GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI
RSUD DR. H. MARSIDI JUDONO
KABUPATEN BELITUNG
(Fatimatuzzahro, 2023. 80 Halaman)
Program Studi Diploma III Keperawatan Belitung Poltekkes Kemenkes
Pangkalpinang
Dosen Pembimbing
Amiruddin, S.Kep.Ners.M.Kep
R. Ade Sukarna. Sp.Kep.Mb
ABSTRAK
Latar Belakang: Diabetes mellitus merupakan suatu kelainan metabolik yang
digambarkan dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas
normal. Gejala yang dirasakan seperti poliuri, polifagi, polidipsi. Penatalaksanaan
non farmakologis yang dapat dilakukan adalah dengan terapi relaksasi yang
dilakukan secara teratur 10 menit selama 7 hari dan dilakukan dua kali sehari dapat
menurunkan kadar gula darah.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran penerapan
terapi relaksasi terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus
tipe 2.
Metode: Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
case study research (studi kasus). Subjek kasus yaitu Ny. R dengan diagnosa medis
diabetes mellitus tipe 2, diagnosa keperawatan hiperglikemia. Tindakan
keperawatan yang dilakukan adalah terapi relaksasi. Instrumen yang digunakan
adalah format asuhan keperawatan medikal bedah, lembar observasi, SOP terapi
relaksasi. dan glukometer.
Hasil: Setelah dilakukan tindakan terapi relaksasi kepada pasien di ruang
Keremunting selama 3 hari dan dilanjutkan dirumah dapat menurunkan kadar gula
darah yang dibuktikan dengan kadar gula darah sebelum dan sesudah penerapan
terapi relaksasi.
Kesimpulan: Prosedur terapi relaksasi pada kasus diabetes mellitus tipe 2 dengan
masalah hiperglikemia dapat menurunkan kadar gula darah, hal ini dibuktikan
dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sebelum dan sesudah dilakukan
terapi relaksasi, ternyata terdapat adanya penurunan kadar gula darah pada saat
setelah dilakukan terapi relaksasi. Pasien juga dibuktikan dengan perasaan rileks.
Saran: Bagi penulis selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian yang sama
namun untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus tipe 2
dan melakukan tindakan dengan benar agar implementasi yang diberikan
memberikan hasil yang maksimal.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Terapi Relaksasi, Hiperglikemia
Tidak tersedia versi lain