Text
PENERAPAN LATIHAN SLOW DEEP BREATHING UNTUK PENURUNAN TEKANAN DARAH DAN KECEMASAN PADA PASIEN HIPERTENSI PRIMER DI RSUD DR. H. MARSIDI JUDONO KABUPATEN BELITUNG
Penerapan Latihan Slow Deep Breathing Untuk Penurunan Tekanan Darah
Dan Kecemasan Pada Pasien Hipertensi Primer di RSUD dr.H. Marsidi
Judono Kabupaten Belitung
(Agusti, 2023, 149 halaman)
Program Studi DIII Keperawatan Belitung Poltekes Kemenkes Pangkalpinang
Dosen Pembimbing :
Amiruddin, S.Kep., Ners.,M.Kep
Nazliansyah, S.Kep., Ners., MNS
ABSTRAK
Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang
dianggap sebagai silent killer, hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah
sistolik sama dengan atau di atas 140 mmHg dan/atau tekanan darah distolik sama
dengan atau di atas 90 mmHg. Gejala bisa berupa sakit kepala di pagi hari, mimisan,
irama jantung tidak teratur, perubahan pengelihatan, dan telinga berdengung.
Hipertensi berat dapat menyebabkan kelelahan, mual, muntah, kebingungan,
kecemasan, nyeri dada, dan tremor otot. Diantaranya komplikasi lainya, hipertensi
dapat menyebabkan kerusakan serius pada jantung. Penatalaksanaan yang dapat
dilakukan untuk menurunkan tekanan darah dan kecemasan pada pasien hipertensi
primer yaitu dengan latihan slow deep breathing. Slow deep breathing adalah
relaksasi yang disadari untuk mengatur pernapasan secara dalam dan lambat. Slow
deep breathing adalah metode bernapas yang frekuensi napasnya kurang atau sama
dengan 10 kali per menit dengan fase ekshalasi yang panjang.
Tujuan: Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan latihan slow
deep breathing untuk menurunkan kecemasaan dan tekanan darah pada pasien
hipertensi primer di ruangan keremunting.
Metode: Desain penenlitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
studi kasus. Subjek kasus yaitu Ny.M dengan diagnosa medis Hipertensi. Tindakan
keperawatan yang dilakukan adalah format pengkajian keperawatan medikal bedah,
observasi dan SOP latihan slow deep breathing.
Hasil: Hasil pengkajian menunjukan adanya kecemasaan dan peningkatan tekanan
darah. Skor kecemasan sedang dengan skor 15 dan tekanan darah 216/125 mmHg.
Hasil menunjukan setelah tindakan latihan slow deep breathing terdapat penurunan
tingkat kemasaan menjadi tidak ada dengan skor 3 dan penurunan tekanan darah
yaitu dari 216/125 mmHg menjadi 146/80 mmHg.
Kesimpulan: Penerapan latihan slow deep breathing dapat menurunan tekanan dan
kecemasan pada pasien hipertensi primer di ruangan keremunting RSUD dr.H.
Marsidi Judono Kabupaten Belitung. Saran bagi rumah sakit diharapkan dapat
melakukan penerapan latihan slow deep breathing pada penaganan pasien
hipertensi primer dengan kecemasan.
Kata Kunci : Hipertensi Primer, Kecemasan, Latihan Slow Deep Breathing
Tidak tersedia versi lain