Text
PENERAPAN LATIHAN PERNAFASAN DIAFRAGMA UNTUK MENINGKATKAN ARUS PUNCAK EKPIRASI (APE) PASIEN ASMA BRONKIAL DI RUANG PENYAKIT DALAM RSUD MUHAMMAD ZEIN BELITUNG TIMUR
PENERAPAN LATIHAN PERNAPASAN DIAFRAGMA UNTUK
MENINGKATKAN ARUS PUNCAK EKSPIRASI (APE)
PASIEN ASMA BRONKIAL DI RUANG PENYAKIT DALAM
RSUD MUHAMMAD ZEIN
(Silvana Wulandari, 2024. Halaman)
Program studi DIII Keperawatan Belitung Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
Dosen Pembimbing
Amiruddin, S.Kep., Ners., M.Kep
Nazliansyah, S.Kep., Ners., MNS
ABSTRAK
Latar Belakang : Asma adalah penyakit inflamasi yang ditandai dengan kesulitan
bernapas, batuk, wheezing, dan sesak di dada yang bervariasi dari waktu ke waktu
(Lemon-Burke, 2000 dalam Sahat, Irawaty, dan Hastono, 2011; Global Initiative
for Asthma (GINA), 2016). WHO pada tahun 2002 memaparkan jumlah pasien
asma di seluruh dunia setidaknya tiga ratus juta orang dan jumlah pasien asma
diperkirakan mencapai empat ratus juta pada tahun 2025 (Kemenkes 2014).
Tujuan : Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pernapasan
diafragma dapat meningkatkan arus puncak ekspirasi (APE) dan menurunkan
frekuensi kekambuhan pasien asma.
Metode : Metode yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan Teknik
wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, studi litelatur Philips ronics peak flow
meters,lembaran catatan kekambuhan asma, Metode Latihan Pernapasan
Diagfargma ini dilakukan sehari 2 kali selama kurang lebih 3 hari.
Hasil : Setelah dilakukan tindakan dengan latihan pernapasan diafragma selama 2
kali sehari selama kurang lebih 3 hari didapatkan hasil bahwa Arus Puncak
Ekspirasi (APE) meningkat dengan nilai APE 260.
Kesimpulan : Didapatkan hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa
penerapan Latihan Pernapasan Diafragma dapat membuat Arus Puncak Ekspirasi
mengalami peningkatan.
Kata Kunci : ASMA, Arus Puncak Ekspirasi, Latihan Pernapasan Diafragma,
Tidak tersedia versi lain