Text
IMPLEMENTASI TERAPI PIJAT TUI NA UNTUK MENINGKATKAN NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWAS
IMPLEMENTASI TERAPI PIJAT TUI NA UNTUK MENINGKATKAN
NAFSU MAKAN PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH
KERJA PUSKESMAS PERAWAS
(Andi Melda Awaliyah 2024, 79 halaman)
Program Studi DIII Keperawatan Belitung Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
Dosen Pembimbing
Septy Nur Aini S.Kep.,Ners.,M,kep
Nazliansyah, S.Kep., Ners., MNS
ABSTRAK
Latar Belakang: Stunting merupakan suatu keadaan dimana anak terlalu pendek
esuai usianya karena mengalami kegagalan pertumbuhan yang disebabkan oleh
uruknya gizi dan kesehatan anak sebelum dan sesudah kelahiran. Anak-anak yang
mengalami stunting seringkali memiliki nafsu makan yang buruk, sehingga
membatasi respon mereka terhadap intervensi gizi. Nafsu makan menurun atau sulit
makan merupakan penolakan makanan sehingga tidak mampu memenuhi
kebutuhan gizi. Upaya penanganan yang dilakukan pada penelitian ini yaitu
memberikan terapi pijat tui na untuk meningkatkan nafsu makan pada balita
tunting yang mengalami penurunan nafsu makan.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu menggambarkan implementasi terapi pijat
tui na untuk meningkatkan nafsu makan pada balita stunting di Wilayah kerja
Peskesmas Perawas.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
tudi kasus. Subjek studi kasus yaitu Anak G dengan stunting dan mengalami
penerunan nafsu makan. Tindakan keperawatan yang dilakukan adalah terapi pijat
tui na. Instrumen yang digunakan adalah format asuhan keperawatan anak, SOP
ijat tui na, lembar observasi harian dan kuesioner penurunan nafsu makan.
Hasil: Diagnosis keperawatan Defisit Nutrisi berhubungan dengan faktor
psikologis (keengganan untuk makan) d.d nafsu makan menurun, tampak kurus,
ampak pendek, tinggi badan 90 cm, lingkar kepala 47 cm, berat badan menurun
minimal 10 % di bawah rentang ideal (11 kg). Hasil setelah di berikan tindakan
erapi pijat tui na selama 6 hari berturut turut terdapat peningkatan nafsu makan
dengan skor awal 8 (penurunan nafsu makan berat) menjadi skor 2 (penurunan
afsu makan ringan) dan penambahan berat badan pada klien dari 11 kg menjadi
11,25 kg.
Kesimpulan: Pijat tui na efektif untuk meningkatkan nafsu makan pada balita
tunting. Saran bagi masyarakat khususnya keluarga dapat melakukan tindakan
pemberian terapi pijat tui na dirumah sebagai salah satu upaya meningkatkan nafsu
makan pada anak jika mengalami penurunan nafsu makan.
Kata kunci: Stunting, Pijat Tui Na, Nafsu Makan
Tidak tersedia versi lain