Text
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK TENTANG ZAT ANTI GIZI DENGAN STATUS ANEMIA PADA REMAJA PUTRI USIA 15 – 18 TAHUN DI SMA NEGERI 1 KELAPA BANGKA BARAT
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK
TENTANG ZAT ANTI GIZI DENGAN STATUS ANEMIA
PADA REMAJA PUTRI USIA 15–18 TAHUN DI SMA NEGERI
1 KELAPA BANGKA BARAT
Jenisya Febriani1, Zenderi Wardani1, Ratmawati1
Prodi D-III Gizi, Poltekkes Kemenkes Pangkal Pinang, Indonesia
Email : [email protected]
Abstrak
Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 mencatat prevalensi
anemia gizi besi di Indonesia sebesar 48,9% dan paling banyak terjadi pada rentang usia
15-24 tahun sebesar 84,6%. Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2022
melaporkan proporsi anemia remaja putri sebesar 25%. Kabupaten Bangka Barat
mencatat anemia remaja putri sebesar 40,70% dan Kecamatan Kelapa mencatat proporsi
sebesar 40,44%. Sekolah Menengah Atas Negeri Kelapa menyumbang kasus anemia
terbanyak yaitu 36%.
Tujuan: Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik zat anti
gizi dengan status anemia pada remaja putri usia 15-18 tahun di Sekolah Menengah Atas
Negeri Kelapa.
Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel
penelitian ditetapkan mengguanakan teknik simple random sampling dengan besar
sampel sebesar 48 siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat dan
bivariat. Uji bivariat untuk menilai hubungan antara variabel pengetahuan, sikap dan
praktik dengan status anemia menggunakan uji statistik Spearman Rank Test.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik siwa
tentang zat-anti gizi dengan kategori baik berturut-turut sebesar 58,3%; 66,7%; dan 68,8
%. Rata-rata kadar hemoglobin siswa dengan hasil sebesar 12,2 g/dl dan masih terjadi
anemia pada siswa sebesar 42,7%. Hasil uji statistik (Spearman Rank) menunjukkan
tidak ada hubungan antara pengetahuan (r=0.083; ρ=0.575), sikap (r=0.155; ρ=0.292),
dan praktik (r=0,010; ρ = 0,945) zat anti-gizi dengan status anemia remaja putri di
Sekolah Menengah Atas Negeri Kelapa.
Kesimpulan: Persentase anemia remaja putri masih menunjukkan masalah kesehatan
masyarakat meskipun tidak terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan praktik
tentang anti gizi dengan status anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Kelapa.
Kegiatan edukasi gizi terintegrasi kegiatan program kesehatan sekolah dapat
meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa tentang gizi dan kesehatan khususnya
anemia gizi besi.
Kata Kunci : Anemia, zat anti gizi, pengetahuan, sikap, praktik
Tidak tersedia versi lain