Text
DAYA TERIMA KWETIAU DENGAN PENAMBAHAN SARI DAUN KELOR (Moringa oleifera L.)
Daya Terima Kwetiau Dengan Penambahan
Sari Daun Kelor (Moringa oleifera L.)
Geryn Fricilia 1, Ratmawati 2, Zenderi Wardani 3
1Prodi D-III Gizi, Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Indonesia
Email : [email protected]
Abstrak
Latar belakang: Cakupan ASI eksklusif di Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2023
adalah 64,30%, sementara secara nasional, persentase cakupan ASI eksklusif pada tahun
2023 adalah 80,0%. Daun kelor mengandung senyawa fitosterol seperti kampesterol,
stigmasterol, dan β-sitosterol, yang merupakan laktagog yang dapat meningkatkan
produksi ASI. Menggunakan sari daun kelor dalam pembuatan kwetiau adalah salah satu
cara untuk meningkatkan penerimaan dan preferensi masyarakat terhadap daun kelor, yang
potensial mengurangi ketergantungan pada tepung beras.
Tujuan: Untuk menganalisis penerimaan kwetiau sari daun kelor.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan Desain Acak Lengkap
(Completely Randomised Design) dengan 3 perlakuan (0%, 25%, 50%) dan 2 kali ulangan.
Studi ini melibatkan sekelompok partisipan yang agak terlatih, tepatnya 30 mahasiswa gizi
yang telah mengambil mata kuliah Ilmu Pangan dan Teknologi Pangan. Para peneliti
merekrut panelis ini, dan masing-masing diberikan 6 produk penelitian untuk mengevaluasi
penerimaan mereka berdasarkan aroma, rasa, tekstur, dan warna.
Hasil: Berdasarkan uji organoleptik dan analisis data, kwetiau yang paling disukai berasal
dari kelompok perlakuan F1 (sari daun kelor 0%), dengan skor rata-rata paling tinggi untuk
aroma (3,35), rasa (3,33), tekstur (3,38), warna (3,55), dan keseluruhan kesukaan (3,55).
Kesimpulan: Kwetiau tanpa sari daun kelor memiliki tingkat penerimaan tertinggi.
Saran: Untuk penelitian mendatang, perhatian sebaiknya diberikan pada proses
pengukusan dengan suhu rendah (70°C - 80°C) untuk menjaga kualitas kwetiau.
Kata Kunci : Kelor, daya terima, kwetiau, tingkat kesukaan
Tidak tersedia versi lain