Text
FORMULASI BLUSH ON KRIM DENGAN EKSTRAK BUAH KARAMUNTING Rhodomyrtus tomentosa ( Hassk DAN BUNGA ROSELLA Hibiscuss sabdariffa SEBAGAI PEWARNA ALAMI
Formulasi
Blush On Krim Ekstrak B uah Karamunting ( Rhodomyrtus
tomentosa ( Hassk ) dan Bunga Rosella Hibiscuss sabdariffa
Sebagai Pewarna Alami
Nurul Intan Fatimah
2148401
214840127
Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
ABSTRAK
Latar Belakang:
Blush on konvensional umumnya mengandung zat warna sintetis dengan konsentrasi yang tinggi. Banyaknya penggunaan pewarna sintetis
berbahaya ini, membuat pewarna alami sebagai alternatif pewarna mulai banyak
digunakan dalam berbagai produk k osmosmetik. Tanaman yang dapat digunakan
sebagai pewarna alami adalah b uah karamunting dan bunga rosella.
Tujuan:
Mendapatkan formulasi sediaan blush on krim yang optimal dari ekstrak b uah karamunting dan bunga rosella sebagai pewarna alami.
Metode:
Penelitian ini dilakukan secara true experimental menggunakan 4 kelompok uji. Tahapan penelitian terdiri dari pembuatan formula dan sediaan blush on krim, serta evaluasi sediaan blush on krim
Hasil:
Hasil uji organoleptik menghasilkan blush on krim berben tuk setengah padat
konsistensi kental dan cair, berwarna ungu muda pucat, coklat susu, merah muda, dan merah bata, serta berbau essential oil mawar. Blush on krim bersifat homogen
dengan pH F1 ( 6,3), F2 (2,1), F3 (2,3) dan F F4 2,4). KeKeempat formulasi memenuhi
persyaratan evaluasi organoleptik, homogenitas, stabilitas, tidak menunjukkan
reaksi iritasi pada tikus putih maupun panelis panelis, serta F3 dan F4 memiliki nilai rata
rata paling tinggi pada uji hedonik yaitu 13,6 dan 14,2. Namun pada uji pH F2, F3, dan F4 tidak memenuhi persyaratan pH sediaan topikal
Kesimpulan:
KeKeempat formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik, biologi, dan
hedonik. Formula 3 dan 4 menjadi formula yang memiliki nilai rata rata paling
tinggi berdasarkan evaluasi hedonik.
Kata Kunci:
Buah Karamunting, Bunga Rosella, Pewarna Alami, Blush On Krim
Tidak tersedia versi lain