Text
PENERAPAN SITZ BATH TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI POST PARTUM DENGAN EPISIOTOMI DALAM KONTEKS KELUARGA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MELINTANG
Penerapan Sitz bath Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Post Partum
Dengan Episiotomi Dalam Konteks Keluarga di Wilayah Kerja
Puskesmas Melintang
Putri Ayu Delima, Erni Chaerani, S.Pd., MKM, Ns. Kartika, S.Kep., M.Sc,
Prodi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
Email : [email protected]
ABSTRAK
Latar Belakang: Episiotomi merupakan sayatan pada perineum dalam proses
persalinan untuk memperluas permukaan vagina agar mempermudah pengeluaran
janin. Setiap ibu yang mengalami proses persalinan dengan episiotomi akan
merasakan nyeri. Salah satu penanganan nonfarmalogis dalam menurunkan tingkat
nyeri ibu post partum dengan episiotomi adalah penerapan sitz bath. Tujuan:
Menggambarkan penerapan sitz bath terhadap penurunan tingkat nyeri post partum
dengan episiotomi dalam konteks keluarga di wilayah kerja Puskesmas Melintang.
Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan studi
kasus dengan menerapkan intervensi keperawatan berdasarkan bukti praktik,
instrumen yang digunakan air hangat dengan suhu 38°C-45°C, bak platik, leaflet,
lembar observasi dan SOP penerapan sitz bath. Partisipan dari studi kasus ini adalah
2 orang ibu post partum dengan episiotomi, dilakukan diwilayah kerja Puskesmas
Melintang. Hasil: Pengukuran tingkat nyeri setelah dilakukan penerapan sitz bath
selama 4 hari berturut-turut menunjukkan adanya penurunan skala nyeri sebelum
dan setelah dilakukan penerapan sitz bath. Pada partisipan 1 nilai skala nyeri dari
skala 6 (nyeri sedang) menjadi skala 2 (nyeri ringan) dan pada partisipan 2 nilai
skala nyeri dari skala 7 (nyeri berat) menjadi skala 3 (nyeri ringan). Kesimpulan:
Penerapan sitz bath dapat menurunan tingkat nyeri pada ibu post partum dengan
episiotomi dalam konteks keluarga.
Kata kunci : Episiotomi, Tingkat nyeri, Post Partum, Sitz bath
Tidak tersedia versi lain