Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
No image available for this title
Penanda Bagikan

Text

LAPORAN HASIL PENELITIAN PEMULA STUDI ETNOFARMAKOLOGI TUMBUHAN OBAT DALAM RAMUAN HERBAL PENGOBAT TRADISIONAL (BATTRA) DI KABUPATEN BANGKA BARAT PROVINSI BANGKA BELITUNG

REPS - ZAHRIAH, S.Farm., M.Farm - Nama Orang;

v
RINGKASAN
Studi etnofarmakologi bertujuan untuk memberikan informasi terkait dengan kebenaran khasiat dan keamanan herbal yang digunakan oleh Pengobat Tradisinal (Battra) di Kabupaten Bangka Barat berdasarkan penelitian-penelitian ilmiah. Pemilihan Battra didasarkan atas data Battra dari Puskesmas setempat, lama periode praktek, keterkenalan dan, keahlian Battra untuk pengobatan penyakit kronis. Battra yang terpilih akan diwawancarai untuk mendapatkan informasi terkait ramuan herbal yang digunakan dalam praktik pengobatannya (nama, bagian, cara penggunaan tumbuhan dan ditujukan untuk pengobatan penyakit apa).Pengambilan sampel secara purposive. Analisis data dilakukan melalui dua tahap, yaitu identifikasi frekuensi sitasi dan studi referensi ilmiah terkait dengan efek farmakologi, toksisitas dan potensi interaksi tumbuhan obat melalui penelusuran pustaka. Penelusuran pustaka/ literatur ilmiah dilakukan secara sistematis dengan menggunakan mesin pencarian database cochrane library, Pubmed, Science Direct, Proquest, Ebsco Host, pencarian manual melalui google, Google Scholar, Text Book Stockley Herb Medicine Interaction. Pencarian pada mesin database akan menggunakan kata Tunggal Nama Tumbuhan, Toksisitas, Interaksi maupun kombinasi Nama Tumbuhan AND Khasiat Tumbuhan AND Toksisitas. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan tumbuhan yang memiliki Frekuensi sitasi tertinggi adalah Pasak Bumi (8,47%), Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah Akar (45,5%). 28 Tumbuhan telah diketahui aktivitas farmakologinya secara ilmiah, Data toksisitas dari tumbuhan obat dalam ramuan Battra teridentifikasi Sirih merah dapat menyebabkan toksisitas terhadap leuoksit, daun sirsak menyebabkan kerusakan ginjal pada dosis tinggi dan kertawali dapat menyebabkan hepatotoksik pada manusia. Sedangkan data interaksi tumbuhan yang diberikan secara kombinasi dalam satu ramuan, tidak ditemukan adanya data interaksi yang dapat terjadi.
Kata Kunci :Tumbuhan Obat; etnofarmakologi; khasiat; toksisitas; interaksi


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Poltekkes Pangkal Pinang : Prodi DIII Farmasi Poltekkes Pangkalpinang., 2021
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
English
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
LAPORAN HASIL PENELITIAN PEMULA STUDI
Pernyataan Tanggungjawab
ZAHRIAH, S.Farm., M.Farm
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • laporan penelitian
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?