Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
No image available for this title
Penanda Bagikan

GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM PADA NEONATUS DI RSUD SUNGAILIAT PERIODE 2013-2015

REPS - Sumiati - Nama Orang; REPS - Endriyani Martina Yunus, M. Kes - Nama Orang; REPS - Ridayani, S.ST - Nama Orang;

ABSTRAK
DIPLOMA III KEBIDANAN
JURUSAN KEBIDANAN PANGKALPINANG
Karya Tulis Ilmiah, Juni 2016
SUMIATI
GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM PADA
NEONATUS DI RSUD SUNGAILIAT PERIODE 2013-2015.
xviii + 46 halaman + 2 gambar + 10 tabel dan 9 lampiran
Menurut Profil Dinkes Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (2014), pada
tahun 2014 kematian neonatus (0-28 hari) dari per 1000 kelahiran hidup
sebanyak 159 neonatus, penyebabnya adalah BBLR 78 (49%), asfiksia 32
(20%), sepsis 6 (3,8%), kelainan kongental 20 (12,6%), ikterus 1 (0,6%), dan
lain-lain 22 (13,8%).
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor risiko kejadian
ikterus neonatorum pada neonatus. Penelitian ini menggunakan metode
Deskriptif Kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data
diperoleh melalui catatan medical record atau data sekunder dan dianalisis
secara univariat. Responden pada penelitian ini yaitu semua neonatus yang
mengalami ikterus sebanyak 59 responden di Rumah Sakit Umum Daerah
Sungailiat periode 2013-2015. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini
adalah lembar isian (Checklist).
Dari hasil Penelitian didapatkan hasil bahwaa neonatus yang mengalami
ikterus fisiologi sebanyak 25 (42,4%), ikterus patologis 34 (57,6%), faktor risiko
kejadian ikterus neonatorum pada neonatus mayoritas terjadi pada neonatus
yang berjenis kelamin laki-laki 39 (66.1%), neonatus yang usia gestasi pretrem
28 (47.6%), neonatus dengan berat lahir rendah (%), neonatus dengan
persalinan tidak spontan 31 (52.5%) dan neonatus yang mengalami asfiksi 32
(54.2%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor risiko yang paling dominan
terhadap kejadian ikterus neonatorum pada neonatos yaitu neonatus dengan
jenis kelamin laki-laki, usia gestasi pretrem, berat badan kurang, jenis persalinan
tidak spontan dan neonatus yang mengalami asfiksia.
Kata Kunci : Neonatus, Ikterus, Faktor Risiko.
Kepustakaan : 15 (2007-2015)


Ketersediaan
#
Perpustakaan Terpadu Poltekkes Pangkalpinang 017 SUM 2016
017SUM2016
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
017 SUM 2016
Penerbit
Poltekkes Pangkal Pinang : Prodi DIII Kebidanan Poltekkes Pangkalpinang., 2016
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
English
ISBN/ISSN
2016-06-20
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Karya Tulis Ilmiah
Pernyataan Tanggungjawab
Sumiati
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • GAMBARAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN IKTERUS NEONATORUM PADA NEONATUS DI RSUD SUNGAILIAT PERIODE 2013-2015
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?