Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
No image available for this title
Penanda Bagikan

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA DI RSUD DEPATI HAMZAH TAHUN 2019

REPS - Umma Syarah - Nama Orang; REPS - Mirnawati Zalili Sailan, M.Sc., Apt - Nama Orang; REPS - Dela Lanaya, S.Farm., Apt - Nama Orang;

GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA DI RSUD DEPATI HAMZAH TAHUN 2019

Umma Syarah 174840127
Program Studi Farmasi Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang


INTISARI

Salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi penyebab tingginya morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Pneumonia. Hal tersebut juga menjadi masalah kesehatan di Bangka Belitung yang menjadi peringkat penderita pneumonia tertinggi kedua setelah NTB (6,38%) dengan kasus (6,05%). Dalam pengobatan pneumonia dapat diberikan terapi pokok berupa pemberian antibiotik. Permasalahan yang ditemukan dalam pengendalian ISPA khususnya pneumonia di Bangka Belitung yaitu terapi antibiotika yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nama obat/zat aktif, bentuk sediaan, kekuatan sediaan, aturan pemakaian, dosis, cara pemberian dan lama pemberian antibiotik.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang bersifat kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 149 sampel rekam medis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 3 persentase tertinggi penggunaan nama obat/zat aktif antibiotik terbanyak yaitu Seftriakson 2 g (19,46%), kombinasi Seftriakson 2 g dengan Azitromisin 500 mg (13,42%), dan kombinasi seftriakson 2 g dengan moksifloksasin 400 mg (7,28%). Bentuk sediaan yang banyak digunakan yaitu injeksi (55,5%). Kekuatan Sediaan yang banyak digunakan yaitu seftriakson 2 g (31,17%). Aturan Pemakaian yang banyak diberikan yaitu 1 kali sehari (30,36%). Dosis (per hari) yang banyak digunakan yaitu seftriakson 2 g (30,77%). Cara Pemberian yang banyak digunakan yaitu intravena (75,7%) dan lama pemberian antibiotik yang banyak digunakan yaitu 3 hari (21,9%).


Kata Kunci: Antibiotik, Rawat Inap, Pneumonia


Ketersediaan
#
Perpustakaan Terpadu Poltekkes Pangkalpinang (1) 001 SYA 2020
001SYA2020
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
001 SYA 2020
Penerbit
Pangkalpinang : Prodi DIII Farmasi Poltekkes Pangkalpinang., 2020
Deskripsi Fisik
74 hlm
Bahasa
English
ISBN/ISSN
2020-06-08
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
-
Info Detail Spesifik
Karya Tulis ilmiah
Pernyataan Tanggungjawab
Umma Syarah
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • GAMBARAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP PNEUMONIA DI RSUD DEPATI HAMZAH TAHUN 2019
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?